Rabu, 24 Desember 2014

NODA DAN CERCA KE AGAMA ISLAM

NODA DAN CERCA KE AGAMA ISLAM

Firman Allah :
šcr߃̍ムbr& (#qä«ÏÿôÜムuqçR «!$# óOÎgÏdºuqøùr'Î/ p1ù'tƒur ª!$# HwÎ) br& ¢OÏFム¼çnuqçR öqs9ur on̍Ÿ2 šcrãÏÿ»s3ø9$# ÇÌËÈ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Iwr& öNßg¯RÎ) ãNèd tbrßÅ¡øÿßJø9$# `Å3»s9ur žw tbráãèô±o ÇÊËÈ  
Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

            Pembaca putra dan putri yang terhormat, dari karena pihak yang selalu tak ridho hatinya akan berkemajuanya ummat islam dan berkembangnya cahaya islam. Maka tak sedikit mereka-mereka itu melemparkan noda dan dicerca yang dialamatkan ke agama islam dan umat islam.
            Nodaan dan cercaan mana, mereka rupakan berbagai pidato, atau kitab-kitab yang beraneka warna bahasa dan tulisanya, menurut kehendak dan bangsa, hinggapun tak sedikit masuk kemacam-macam kesekolah-sekolah, sejak sekolah rendah menengah dan tinggi, sedang tidak sedikit murid-murid nya anak-anak islam itu sendiri. Tersebut, tetapi ang masih terlalu kosong dan suni dari arti dan tujuan islam, sudah barang tentu menjadi bahan bacaan mereka karena terpaksa.
            Cara yang demikian tidak sedikit membawa pengaruh dan hasil yang berlawanan dengan kemajuan agama nya sendiri yakni isklam. Belum puas hingga kesitu kiranya, ada lagi yaitu; menyiar-nyiakan kitab-kitab, bukuku-buku, surat-surat kabar, ketengah-tengah umat islam baik di desa maupun dikota dengan gratis atau dijual dengan harga yang serendah-rendah nya, sedang keadaan umat islam, karena amat terbelakang dengan tak mengerti yang sebenarnya islam, sehingga tak cukup dan tak cakap untuk mempertahankan kebenaran agama nya sendiri, melainkan hanya sembahyang dan puasa.
            Dengan demikian tak sedikit mendatangkan keraguan, sehingga sampai dengan kebencian terhadap agama nenk moyang nya, yakni agama islam yang suci ini. Padahal mereka belum tahu tentang rupa maupun bentuk tujuan dari agama islam itu sendiri, saying cara yang kita terangkan seperti diatas, dijalankan sekuat-kuatnya. Sedang pengajian islam menjadi sebaliknya, demikialah nasib agama dan umat islam, sadarlah wahai muslimin putra dan putrid yang perwira.
            Mengingat akan hal keadaan yang sedemikian, sudah barang tentu menghendaki tenaga-tenaga yang bersih dari umat islam sendiri buat berdaya upaya menghindarkan nya..
            Lagi pula, kita juga harus menjalankan program jangan hanya menyesali akan adanya akibat-akibat dan hasil-hasil yang menyedihkan… melainkan juga kita harus insaf sendiri serta hendaklah menjawab sebuah pertanyaan yang adil, umpayanya SALAH SIAPAKAH ITU????. Bagaimana andaikata kita menjawab “ SALAH UMAT ISLAM SENDIRI” … mengapa selama ini dari pihak umat islam TIDAK atau menjalankan aksinya yang ditunjukan kearah perluasan pemuda kita sendiri… sehingga dari pihak lain yang tentunya juga mempunyai kemerdekaan buat mengembangkan paham dan cita-citanya.. agar supaya paham dan agamanya dapat secepat mungkin masuk kedalam kalangan pemuda-pemudi islam hendak nya..
            Maka oleh sebab itu, dengan ini penulis menganjurkan ; hendaklah dari pihaknya umat islam sendiri, baik dar di pihak nya perkumpulan yang apa dan mana saja. Agar supaya berdaya upaya berbuat mempropagandakan akan kebaikan dan kebenaran agama islam baik dengan jala : PIDATO-PIDATO.. PENERBITAN BUKU-BUKU… yang kesemuanya itu yang dapat selaras bercocokan dengan aliran kodrat dan pereodenya anak-anak dan pemuda kita itu…. Sehingga dapatlah islam itu masuk meresap kedalam jiwa mereka.. sehingga dengan sendirinya dari aliran darah dan keyakinanya pemuda-pemuda kita itu terbit kecintaanya terhadap islam dan seterusnya akan dapat mempertahankan akan kebenaran islam meskipun berhadapan dengan golongan-golongan mana saja.
            Bilakah datang masanya akan hal yang sperti tersebut? Akan sebagai jawabanya… kembali terserah kepada umat islam itu sendiri… dan setengah dari jalanya.. tentulah kita bersemboyan.. LENYAPKANLAH PERTIKAIAN, BEKERJALAH DENGAN BERBIMBINGAN TANGAN SESAMA UMAT ISLAM… JANGAN TERLALU DIBELENGGU OLEH KEMUNAFIKAN..  jangan salah mendudukan arti FANATIK…
            Sekali lagi kita berseru!!!... mari kita BEKERJA.!!.....


Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?....
Arang habis besi binasa tukang hembus payah belaka..
Adakah buaya menolak bangkai….
Emas tulen tidak takut api
Segitu banyak kepala segitu banyak pikiran
Berbicara terusterang itu seperti batu permata

Tidak ada bunga mawar yang tak berduri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar