NODA DAN CERCA KE AGAMA ISLAM
Firman Allah :
crßÌã br& (#qä«ÏÿôÜã uqçR «!$# óOÎgÏdºuqøùr'Î/ p1ù'tur ª!$# HwÎ) br& ¢OÏFã ¼çnuqçR öqs9ur onÌ2 crãÏÿ»s3ø9$# ÇÌËÈ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah
dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain
menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Iwr& öNßg¯RÎ) ãNèd tbrßÅ¡øÿßJø9$# `Å3»s9ur w tbráãèô±o ÇÊËÈ
Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang
membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Pembaca
putra dan putri yang terhormat, dari karena pihak yang selalu tak ridho hatinya
akan berkemajuanya ummat islam dan berkembangnya cahaya islam. Maka tak sedikit
mereka-mereka itu melemparkan noda dan dicerca yang dialamatkan ke agama islam
dan umat islam.
Nodaan
dan cercaan mana, mereka rupakan berbagai pidato, atau kitab-kitab yang
beraneka warna bahasa dan tulisanya, menurut kehendak dan bangsa, hinggapun tak
sedikit masuk kemacam-macam kesekolah-sekolah, sejak sekolah rendah menengah
dan tinggi, sedang tidak sedikit murid-murid nya anak-anak islam itu sendiri.
Tersebut, tetapi ang masih terlalu kosong dan suni dari arti dan tujuan islam,
sudah barang tentu menjadi bahan bacaan mereka karena terpaksa.
Cara
yang demikian tidak sedikit membawa pengaruh dan hasil yang berlawanan dengan
kemajuan agama nya sendiri yakni isklam. Belum puas hingga kesitu kiranya, ada
lagi yaitu; menyiar-nyiakan kitab-kitab, bukuku-buku, surat-surat kabar,
ketengah-tengah umat islam baik di desa maupun dikota dengan gratis atau dijual
dengan harga yang serendah-rendah nya, sedang keadaan umat islam, karena amat
terbelakang dengan tak mengerti yang sebenarnya islam, sehingga tak cukup dan
tak cakap untuk mempertahankan kebenaran agama nya sendiri, melainkan hanya
sembahyang dan puasa.
Dengan
demikian tak sedikit mendatangkan keraguan, sehingga sampai dengan kebencian
terhadap agama nenk moyang nya, yakni agama islam yang suci ini. Padahal mereka
belum tahu tentang rupa maupun bentuk tujuan dari agama islam itu sendiri,
saying cara yang kita terangkan seperti diatas, dijalankan sekuat-kuatnya.
Sedang pengajian islam menjadi sebaliknya, demikialah nasib agama dan umat
islam, sadarlah wahai muslimin putra dan putrid yang perwira.
Mengingat
akan hal keadaan yang sedemikian, sudah barang tentu menghendaki tenaga-tenaga
yang bersih dari umat islam sendiri buat berdaya upaya menghindarkan nya..
Lagi pula,
kita juga harus menjalankan program jangan hanya menyesali akan adanya
akibat-akibat dan hasil-hasil yang menyedihkan… melainkan juga kita harus insaf
sendiri serta hendaklah menjawab sebuah pertanyaan yang adil, umpayanya SALAH
SIAPAKAH ITU????. Bagaimana andaikata kita menjawab “ SALAH UMAT ISLAM SENDIRI”
… mengapa selama ini dari pihak umat islam TIDAK atau menjalankan aksinya yang
ditunjukan kearah perluasan pemuda kita sendiri… sehingga dari pihak lain yang
tentunya juga mempunyai kemerdekaan buat mengembangkan paham dan cita-citanya..
agar supaya paham dan agamanya dapat secepat mungkin masuk kedalam kalangan
pemuda-pemudi islam hendak nya..
Maka oleh
sebab itu, dengan ini penulis menganjurkan ; hendaklah dari pihaknya umat islam
sendiri, baik dar di pihak nya perkumpulan yang apa dan mana saja. Agar supaya
berdaya upaya berbuat mempropagandakan akan kebaikan dan kebenaran agama islam
baik dengan jala : PIDATO-PIDATO.. PENERBITAN BUKU-BUKU… yang kesemuanya itu
yang dapat selaras bercocokan dengan aliran kodrat dan pereodenya anak-anak dan
pemuda kita itu…. Sehingga dapatlah islam itu masuk meresap kedalam jiwa
mereka.. sehingga dengan sendirinya dari aliran darah dan keyakinanya
pemuda-pemuda kita itu terbit kecintaanya terhadap islam dan seterusnya akan
dapat mempertahankan akan kebenaran islam meskipun berhadapan dengan
golongan-golongan mana saja.
Bilakah
datang masanya akan hal yang sperti tersebut? Akan sebagai jawabanya… kembali terserah
kepada umat islam itu sendiri… dan setengah dari jalanya.. tentulah kita
bersemboyan.. LENYAPKANLAH PERTIKAIAN, BEKERJALAH DENGAN BERBIMBINGAN TANGAN
SESAMA UMAT ISLAM… JANGAN TERLALU DIBELENGGU OLEH KEMUNAFIKAN.. jangan salah mendudukan arti FANATIK…
Sekali
lagi kita berseru!!!... mari kita BEKERJA.!!.....
Adakah dari telaga
yang jernih mengalir air yang keruh?....
Arang habis besi
binasa tukang hembus payah belaka..
Adakah buaya
menolak bangkai….
Emas tulen tidak
takut api
Segitu banyak
kepala segitu banyak pikiran
Berbicara terusterang
itu seperti batu permata
Tidak ada bunga
mawar yang tak berduri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar